
Banjarmasin, Selasa malam, 1 September 2026, Warta Global Kalsel - Suara alam memang penuh misteri. Ada kalanya kita mendengar sesuatu yang begitu jelas, tetapi tidak mampu menjelaskan dari mana asalnya. Ada pula sesuatu yang pada awalnya kita anggap sebagai misteri, tetapi beberapa waktu kemudian ternyata memiliki penjelasan yang sederhana.
Mungkin di situlah keterbatasan manusia.
Otak dan nalar kita hanya mampu menangkap sebagian kecil dari begitu luasnya informasi yang diberikan alam. Ada hal-hal yang bisa kita pahami, tetapi ada pula yang untuk sementara—atau mungkin selamanya—berada di luar jangkauan pengetahuan kita.
Dan ketika sesuatu yang semula misterius akhirnya menjadi nyata, di situlah kita kembali diuji : sejauh mana kita mampu menerima, berserah diri dan percaya kepada ketentuan Allah SWT.
Allah adalah Penguasa jagat raya beserta seluruh isinya. Apa yang ada di langit, di bumi, bahkan jauh di dalam bumi yang belum mampu dijangkau teknologi manusia, semuanya berada dalam pengetahuan dan kekuasaan-Nya.
Sebuah pengalaman yang masih saya ingat
Ketika almarhumah istri saya masih sehat, beberapa kali saya mendengar suara seorang laki-laki sedang mengaji.
Saat itu saya ceritakan kepada istri saya.
Ia tidak percaya.
Menurutnya, kalau memang suara itu benar-benar nyata, tentu saya bisa mengikuti ayat yang sedang dibaca.
Beberapa hari kemudian, suara itu kembali terdengar. Kali ini jauh lebih jelas. Saya bahkan mencoba mengikuti bacaannya dengan suara yang saya keraskan agar istri saya yang berada di dekat saya dapat mendengarnya.
Namun saya sendiri tidak tahu surah apa dan ayat berapa yang sedang dibaca.
Saya hanya mendengar suara seorang laki-laki dewasa mengaji.
Saya sudah lupa persis kapan kejadian itu terjadi. Yang saya ingat, saat itu masih siang.
Ketika kemudian penyakit istri saya semakin parah, kakaknya yang datang membesuk juga bercerita bahwa ia beberapa kali mendengar suara orang mengaji.
Mendengar cerita itu, tentu saja saya semakin bertanya-tanya.
Suara siapakah itu? Dari mana datangnya? Mengapa saya mendengarnya?
Saya tidak menemukan jawabannya.
Ketika istri saya harus menjalani operasi
Ada satu hari yang sampai sekarang masih saya ingat. Istri saya harus diambil sampel penyakitnya dan masuk ke ruang operasi.
Sejujurnya, saya gemetar.
Ada rasa takut yang sulit saya ungkapkan dengan kata-kata. Dalam keadaan seperti itu, yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa dan mengaji.
Sejak istri saya masuk ke ruang operasi sampai selesai, saya terus mengaji.
Saya juga meminta anak saya ikut mengaji.
Saat itu saya tidak memikirkan apa-apa selain memohon kepada Allah agar memberikan yang terbaik untuk istri saya.
Namun akhirnya, Allah SWT mempunyai ketetapan lain. Istri saya meninggal dunia.
Kami pun memanggil ustadz untuk membantu melaksanakan tahlilan, membaca Yasin dan doa-doa lainnya.
Dan justru pada saat itulah saya seperti tersentak.
Saya tiba-tiba teringat kepada suara mengaji yang pernah saya dengar ketika istri masih hidup.
Jangan-jangan...
Suara itu adalah suara kami sendiri.
Bukankah hampir setiap hari saya mengaji?
Dan setelah istri meninggal, kami kembali mengaji, kali ini dengan niat menghadiahkan pahala bacaan untuk almarhumah istri saya dan keluarga kami yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
Saya pun semakin merenung.
Bisa jadi selama ini saya mendengar sesuatu yang sebenarnya dekat sekali dengan kehidupan saya sendiri. Sesuatu yang selama ini saya lakukan setiap hari, tetapi baru saya sadari maknanya setelah sebuah peristiwa besar terjadi dalam hidup saya.
Entahlah. Saya tidak berani memastikan.
Tetapi pengalaman itu membuat saya semakin percaya bahwa tidak semua yang kita dengar dan rasakan langsung dapat kita pahami saat itu juga.
Benarkah suara bisa menjadi sesuatu yang abadi?
Beberapa tahun lalu pernah ramai sebuah cerita tentang seorang astronot yang disebut-sebut masuk Islam setelah mendengar suara azan atau bacaan dari bumi ketika berada di luar angkasa.
Saya tidak tahu sejauh mana kebenaran cerita tersebut.
Tetapi cerita itu membuat saya berpikir tentang sesuatu yang menarik : Sejauh mana sebenarnya suara itu bergerak?
Apakah suara yang kita hasilkan benar-benar hilang begitu saja?
Ataukah ia terus merambat, meskipun akhirnya melemah dan tidak lagi dapat ditangkap oleh telinga manusia?
Saya tentu bukan ahli tentang hal tersebut.
Saya hanya sedang mencoba memahami sebuah pengalaman melalui keterbatasan pengetahuan yang saya miliki.
Malam ini saya kembali mendengar suara mengaji
Malam ini, sekitar pukul 23.00 hingga beberapa menit setelahnya, saya kembali mendengar suara seorang perempuan dewasa sedang mengaji.
Kali ini suaranya cukup jelas terdengar oleh saya.
Namun saya tidak mampu mengikuti ayat yang dibacanya. Suaranya samar, datang dan pergi, sehingga saya tidak tahu surah apa yang sedang dibaca.
Saya hanya mendengarkan.
Dan hati saya kembali bergetar.
Saya teringat pengalaman beberapa tahun lalu.
Saya kemudian bertanya dalam hati:
Mungkinkah suara itu akan terdengar lagi suatu hari nanti?
Apakah saya akan kembali mendengarnya?
Atau sebenarnya ada penjelasan sederhana yang belum saya pahami?
Saya tidak tahu.
Wallahu a'lam.
Tentang sebuah peristiwa lain
Ada lagi pengalaman yang pernah saya alami beberapa tahun lalu.
Saat itu adik saya sedang sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pada suatu malam, saya merasa didatangi almarhum Ayah.
Dalam pengalaman itu, beliau berkata:
"Sudah. Sudah selesai. Kita pulang."
Saya tidak tahu bagaimana harus menjelaskan pengalaman tersebut.
Namun keesokan paginya, seorang perawat memberikan kabar bahwa kami sudah diperbolehkan pulang.
Kebetulan?
Sebuah pertanda?
Ataukah hanya pengalaman batin yang muncul karena keadaan dan pikiran saya saat itu?
Sekali lagi, saya tidak berani memastikan.
Saya hanya menyimpan pengalaman itu sebagai bagian dari perjalanan hidup saya.
Alam memang menyimpan banyak misteri
Semakin kita belajar, semakin kita menyadari bahwa pengetahuan manusia ternyata sangat terbatas.
Ada banyak hal yang bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.
Tetapi ada pula pengalaman yang membuat kita berhenti sejenak dan bertanya:
Apakah ini nyata?
Apakah hanya ilusi?
Ataukah ada sesuatu yang belum mampu kita pahami?
Saya tidak ingin tergesa-gesa memberikan jawaban.
Sebab pada akhirnya, manusia hanya bisa berusaha memahami, sementara Allah SWT yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Mungkin suara-suara yang kita dengar hanyalah bagian dari fenomena alam.
Mungkin pula ada penjelasan lain yang suatu saat dapat kita pahami.
Dan mungkin, ada hal-hal tertentu yang memang menjadi rahasia Allah.
Yang pasti, pengalaman-pengalaman itu membuat saya semakin sadar bahwa hidup ini penuh dengan tanda-tanda yang terkadang baru kita pahami setelah sebuah peristiwa berlalu.
Suara alam memang penuh misteri.
Antara nyata dan ilusi.
Antara yang dapat kita pahami dan yang tetap menjadi rahasia.
Dan di tengah semua itu, kita kembali kepada satu keyakinan :
Allah SWT Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
Kita hanya manusia yang berjalan dalam keterbatasan, sementara segala sesuatu telah berada dalam pengetahuan dan ketetapan-Nya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
— MAHAJUNA
KALI DIBACA

