LPTNU Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari - Warta Global Kalsel

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Berita Update Terbaru

logoblog

LPTNU Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari

Tuesday, 3 February 2026

Uzbekistan, Warta Global Kalsel - Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari, Uzbekistan. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman awal terkait penguatan kolaborasi akademik, keilmuan, dan keagamaan antara kedua belah pihak, termasuk dengan PBNU.

Sedikitnya terdapat tujuh potensi kerja sama strategis yang dibahas, meliputi kerja sama riset dan kajian ilmiah, penyelenggaraan konferensi internasional, program beasiswa fellowship researcher, wisata akademik, pengembangan pendidikan Islam, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga promosi program Umrah Plus Uzbekistan bagi warga muslim Indonesia, khususnya Nahdliyin.

Khusus untuk program Umrah Plus Uzbekistan, Pemerintah Uzbekistan menargetkan 100.000 peziarah asal Indonesia, dengan insentif menarik bagi operator umrah sebesar Rp1,6 juta per jamaah. Program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan keagamaan sekaligus kerja sama pariwisata religi antara Indonesia dan Uzbekistan.

Salah satu delegasi, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), menyampaikan bahwa Uzbekistan juga memerlukan banyak tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia. Menurutnya, LPTNU berpeluang berperan sebagai mitra strategis dalam pendidikan bahasa yang relevan dengan isu-isu keagamaan dan peradaban Islam, tidak hanya untuk pemandu wisata, tetapi juga dalam konteks edukasi dan dakwah.

Kunjungan tersebut semakin berkesan ketika seluruh delegasi diberikan kesempatan untuk meninjau kompleks baru Imam Bukhari serta melaksanakan ziarah ke Makam Imam Bukhari. Para delegasi melantunkan doa dan tahlil dengan khidmat, sebagaimana tradisi Nahdlatul Ulama dalam menghormati para ulama besar, termasuk Abi Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, yang dikenal sebagai Imam Bukhari, Amirul Mukminin fil Hadits.

Pimpinan Kompleks Imam Bukhari, Husanov Sherali Yoriyevich, mengaku terkesan dengan pelaksanaan tahlil tersebut. Ia berharap semakin banyak umat Islam dari Indonesia yang berkunjung dan memakmurkan Masjid Imam Bukhari, yang memiliki kapasitas hingga 10.000 jamaah dan akan segera diresmikan.*****

(Humas UNUKASE/MPD)

KALI DIBACA