Rektor UNUKASE Ingatkan Wisudawan : Gelar Akademik Harus Diiringi Integritas dan Pengabdian - Warta Global Kalsel

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Berita Update Terbaru

logoblog

Rektor UNUKASE Ingatkan Wisudawan : Gelar Akademik Harus Diiringi Integritas dan Pengabdian

Tuesday, 27 October 2026


Banjar, Kalsel, Warta Global Kalsel – Memperoleh gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan seseorang dalam menuntut ilmu. Sebaliknya, kelulusan dari perguruan tinggi merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.


Pesan itulah yang disampaikan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., dalam sambutannya pada kegiatan akademik di lingkungan UNUKASE, Selasa (27/10/2026).


Di hadapan para mahasiswa dan civitas akademika, Abrani menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan dan mengikuti yudisium. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih hari ini merupakan buah dari perjalanan panjang yang diwarnai kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, dan berbagai pengorbanan.
Menurutnya, di balik pencapaian akademik tersebut, terdapat banyak cerita yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Ada waktu yang dikorbankan, tantangan yang harus dihadapi, tugas-tugas yang diselesaikan, penelitian yang diperjuangkan, serta berbagai kesulitan yang berhasil dilewati.
Karena itu, keberhasilan para mahasiswa patut disyukuri dan dibanggakan. Namun, mereka juga perlu menyadari bahwa pencapaian tersebut bukanlah garis akhir perjalanan hidup.
"Keberhasilan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar," demikian pesan yang ditekankan Rektor UNUKASE tersebut.


Dalam sambutannya, Abrani menitipkan pesan penting kepada para lulusan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Pertama, menjadi insan yang berilmu dan berintegritas.
Menurut Abrani, gelar akademik merupakan bentuk pengakuan atas proses pendidikan yang telah ditempuh. Akan tetapi, gelar bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang.
Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan kejujuran, tanggung jawab, etika, dan karakter yang baik. Dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat, kemampuan akademik memang penting, tetapi integritas menjadi salah satu kunci untuk menjaga kepercayaan orang lain.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater. Lulusan UNUKASE diharapkan mampu menunjukkan diri sebagai pribadi yang kompeten, jujur, santun, dan dapat dipercaya.
Dengan demikian, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari pekerjaan atau kedudukan yang berhasil diraih, tetapi juga dari karakter dan manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.
Kedua, terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman.


Abrani menilai, kehidupan saat ini terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masyarakat bergerak dengan cepat sehingga menuntut setiap orang untuk terus meningkatkan kemampuan diri.
Pendidikan di perguruan tinggi, katanya, merupakan fondasi penting. Namun, selesainya masa kuliah bukan berarti proses belajar juga berakhir.
Para lulusan diharapkan terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan, serta membuka diri terhadap berbagai peluang.
Teknologi juga perlu dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pengembangan diri dan melahirkan kreativitas.


Ia mengajak para lulusan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi perubahan. Sebaliknya, mereka harus tetap fokus pada proses, meningkatkan kualitas diri, dan melangkah dengan keyakinan bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan membuka berbagai peluang.

Ketiga, menjadikan ilmu sebagai sumber manfaat bagi sesama.
Pesan lain yang ditekankan Abrani adalah pentingnya kepedulian dan pengabdian. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diterapkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia berharap para lulusan UNUKASE tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
Kelulusan sebagai Awal Pengabdian.

Bagi Abrani, yudisium bukan sekadar kegiatan seremonial atau pengumuman hasil akhir perjalanan akademik. Lebih dari itu, yudisium menjadi momentum untuk menghargai perjuangan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
Keberhasilan tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian selalu membawa tanggung jawab baru.
Para lulusan kini akan memasuki lingkungan kehidupan yang lebih luas, dengan tantangan dan kesempatan yang beragam. Mereka dituntut mampu menerapkan ilmu, menjaga prinsip, serta terus mengembangkan kemampuan agar dapat menjawab kebutuhan zaman.

Rektor UNUKASE itu juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para mahasiswa yang telah memilih Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan sebagai tempat menimba ilmu dan mengembangkan diri.
Ia berharap pencapaian akademik yang diraih menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Menutup sambutannya, Abrani mengajak seluruh lulusan untuk terus berikhtiar, menjaga semangat belajar, memperkuat integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata terletak pada gelar yang disandang, tetapi juga pada bagaimana ilmu, karakter, dan kemampuan yang dimiliki dapat digunakan untuk menjawab persoalan serta membawa kebaikan bagi kehidupan.

Bagi para lulusan UNUKASE, hari kelulusan merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Namun, perjalanan sesungguhnya baru dimulai: membawa ilmu ke tengah masyarakat, menjaga kepercayaan, dan membuktikan bahwa pendidikan mampu melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan bermanfaat bagi sesama.

Sedangkan Dr. H. Jarkawi, M.M.Pd, selaku Wakil Rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan menyatakan, Wisuda Sarjana ke-7 ini, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan mewisuda sebanyak 117 orang lulusan.
Dari jumlah tersebut, lulusan terbanyak berasal dari Program Studi Akuntansi, yakni 41 orang dengan rata-rata IPK 3,44. Berikutnya, Program Studi Agribisnis meluluskan 31 orang dengan rata-rata IPK 3,65. Sementara Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar meluluskan 22 orang dengan rata-rata IPK 3,76.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNUKASE.
Namun, keberhasilan akademik tentu tidak hanya diukur melalui jumlah lulusan maupun angka indeks prestasi kumulatif. Lebih dari itu, keberhasilan pendidikan tercermin dari kemampuan lulusan dalam menerapkan ilmu pengetahuan, menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, menjunjung tinggi etika, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

"Kami berharap seluruh lulusan UNUKASE mampu menjadi insan yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian," ujar Jarkawi.*****(juna)

KALI DIBACA