
Banjarmasin, Kamis (8/10/2026), Warta Global Kalsel – Ketika air mengalir dari keran rumah, mungkin banyak orang tidak terlalu memikirkannya. Namun, bagi sebagian warga yang sedang menghadapi gangguan pelayanan air bersih, setetes air memiliki arti yang jauh lebih besar.
Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan tersebut, PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) menyiapkan pola distribusi air tangki secara terjadwal dan bergilir ke berbagai wilayah terdampak.
Langkah ini dilakukan agar distribusi air dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara merata dan adil, menyesuaikan dengan kemampuan armada yang tersedia.
Dalam informasi yang disampaikan PAM Bandarmasih, sebanyak 86 tandon air telah ditempatkan di berbagai titik wilayah terdampak.
Pengisian tandon dilakukan secara bergilir setiap dua hari sekali, sesuai jadwal dan penetapan wilayah. Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan akses air meskipun pelayanan air perpipaan belum sepenuhnya normal.
Armada Bergerak Melayani Warga
Untuk mendukung distribusi tersebut, PAM Bandarmasih mengerahkan sejumlah armada.
Terdapat enam armada tangki milik PAM Bandarmasih, ditambah empat kendaraan pikap modifikasi serta 11 armada bantuan dari Balakar.
Armada tersebut tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan rumah tangga. Distribusi air juga dapat melayani sejumlah fasilitas umum, antara lain rumah sakit, hotel, lembaga pemasyarakatan (lapas), mal, serta fasilitas publik lainnya.
Kehadiran armada bantuan menjadi bagian penting dalam upaya memperluas jangkauan pelayanan. Sebab, ketika kebutuhan air meningkat, kemampuan distribusi tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis kendaraan.
Di tengah kondisi seperti itu, setiap kendaraan tangki yang bergerak membawa air menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
PAM Bandarmasih juga menjelaskan mekanisme permintaan distribusi air tangki agar pelayanan dapat dilakukan secara lebih teratur.
Prosesnya dimulai dari pelanggan atau RT yang menyampaikan kebutuhan melalui kelurahan.
Selanjutnya, pihak kelurahan menghimpun dan memetakan kebutuhan di wilayahnya. Informasi tersebut diteruskan ke kecamatan untuk mendapatkan rekomendasi mengenai wilayah yang perlu diprioritaskan.
Setelah itu, PAM Bandarmasih menjadwalkan dan mengatur mobilisasi armada berdasarkan kemampuan yang tersedia.
Tahap terakhir adalah distribusi air ke tandon maupun fasilitas umum secara bergilir sesuai jadwal.
Mekanisme ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan air tidak hanya diselesaikan dengan mengirimkan kendaraan tangki. Ada proses pendataan, pemetaan kebutuhan, penentuan prioritas hingga pengaturan armada agar bantuan dapat diterima warga yang memang membutuhkan.
Selain distribusi menggunakan tandon, PAM Bandarmasih juga menyediakan kran air tawar gratis untuk masyarakat sebagai alternatif mendapatkan air bersih yang bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Sejumlah titik kran air tawar yang diinformasikan antara lain berada di Kantor Utama PAM Bandarmasih, Booster PAM Bandarmasih, Kantor Banua PAM Bandarmasih, Tower Sektor/Sentra S, Kantor Banjarmasin K3 Tabun dan Kantor MIP Sungai Lulut.
Beberapa lokasi tercantum melayani masyarakat 24 jam setiap hari, sementara sejumlah titik lainnya memiliki jadwal pengambilan tertentu.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelayanan distribusi air tangki maupun lokasi kran air tawar, masyarakat dapat menghubungi Call Center PAM Bandarmasih di 0511-3252541 atau WhatsApp Center 0811515146.
Informasi juga tersedia melalui situs www.pambandarmasih.com� dan akun Instagram @pambandarmasih.
Air Bukan Sekadar Mengalir dari Keran
Di balik setiap tandon yang terisi, ada kebutuhan keluarga yang sedang menunggu. Ada ibu yang harus memasak, anak yang membutuhkan air untuk mandi, warga lanjut usia yang memerlukan air untuk keperluan sehari-hari, hingga fasilitas umum yang tidak mungkin berhenti beraktivitas.
Karena itu, distribusi air tangki bukan semata-mata persoalan memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain.
Di sana ada harapan agar aktivitas warga tetap berjalan.
Ada pula pesan bahwa dalam situasi sulit, pelayanan publik harus terus bergerak mendekati masyarakat.
Air memang terlihat sederhana ketika mengalir dari keran. Namun ketika alirannya terhenti, barulah manusia benar-benar merasakan betapa berharganya setiap tetes air.
Melalui distribusi yang terjadwal, sistem bergilir, penempatan puluhan tandon dan penyediaan kran air tawar gratis, PAM Bandarmasih berupaya agar kebutuhan dasar tersebut tetap dapat dirasakan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak.
Karena pada akhirnya, pelayanan air bukan hanya tentang pipa dan tangki. Ia adalah tentang menjaga agar kehidupan warga tetap mengalir.*****juna
KALI DIBACA

