
Banjar, Kalsel, Warta Global Kalsel – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) terus memperluas jejaring kemitraan akademik untuk memperkuat kualitas pendidikan dan riset. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ke UNUKASE, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna UNUKASE mulai pukul 14.00 WITA tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua perguruan tinggi untuk membangun sinergi dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang kefarmasian.

Sivitas Akademika UNUKASE menyambut hangat kehadiran Dr. Moch Saiful Bachri, M.Si., dari Universitas Ahmad Dahlan. Pertemuan tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan UNUKASE, Silfiana Ila Masruroh, S.Pd., M.T.; Koordinator Program Studi Farmasi, Pertiwi Awilda, S.Tr., Keb.,M.Farm.; Jajaran Dosen, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Humas dan Kerja Sama (AKHK) Dwi Novi Yolanda, S.Pd.; Kepala Bagian Akademik Dwi Ananda Putri, A.Md.,T.; Kepala Bagian Kemahasiswaan Afief Dzakie Na’imy; Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama, Muhdi,S.E.,M.M.; serta Perwakilan Mahasiswa dan Organisasi Kemahasiswaan.

Selain membahas penguatan kerja sama akademik, pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antaruniversitas melalui MoU Nomor 016/KS/UNUKASE/VIII/2026 dan Nomor 039/MoU.UAD/VIII/2026, tertanggal 28 Agustus 2026.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan bagi kedua Institusi dalam mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang kefarmasian.
Dalam kunjungan tersebut, terdapat empat agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni kunjungan akademik, penjajakan dan penguatan kerja sama formal antar universitas, sosialisasi serta promosi Program Pascasarjana Farmasi UAD jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3), serta pelaksanaan Perkuliahan Pakar Farmasi.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Perkuliahan Pakar Farmasi dengan tema “Pemanfaatan Obat Bahan Alam pada Penyakit Degeneratif.”
Melalui perkuliahan tersebut, Dr. Moch Saiful Bachri, M.Si., membagikan wawasan dan hasil riset mengenai pemanfaatan bahan alam sebagai bagian dari pengembangan obat, khususnya dalam menghadapi berbagai penyakit degeneratif yang terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Topik tersebut dinilai relevan dengan potensi sumber daya alam Kalimantan Selatan yang memiliki kekayaan komoditas herbal dan bahan alam. Potensi tersebut membuka peluang besar untuk dikembangkan melalui penelitian akademik yang terukur, berbasis sains, dan diarahkan pada pengembangan produk kefarmasian yang memiliki nilai manfaat serta daya saing.
Kolaborasi UNUKASE dan UAD juga diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi berlanjut dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi Dosen, Mahasiswa dan Alumni.
Salah satu peluang yang dibuka adalah pengembangan kapasitas akademik melalui Program Pascasarjana Farmasi UAD jenjang S2 dan S3. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi Dosen maupun Alumni di Kalimantan Selatan untuk melanjutkan pendidikan dan memperkuat kompetensi di bidang kefarmasian.
Sinergi kedua Perguruan Tinggi diharapkan mampu mendorong lahirnya riset-riset kolaboratif yang menggali potensi bahan alam khas Kalimantan. Kekayaan hayati tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan baku maupun sediaan obat herbal melalui penelitian yang lebih mendalam dan berkelanjutan.
Bagi UNUKASE, penguatan kemitraan dengan Perguruan Tinggi di tingkat Nasional merupakan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi sekaligus memperluas ruang kolaborasi penelitian dan pengembangan Sumber Daya Manusia.
Melalui kerja sama dengan UAD Yogyakarta, UNUKASE optimistis terbuka semakin banyak peluang bagi Sivitas Akademika untuk belajar, melakukan riset bersama, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.
(Humas UNUKASE/MPD)
KALI DIBACA

