Rektor UNUKASE Hadiri Pengukuhan Guru Besar Prof. Mohammad Zainul di UNISKA MAB
By
REDAKSI PUSAT
-
Thursday, 2 April 2026
Banjarmasin, Warta Global Kalsel – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman,M.Sc., menghadiri rapat senat terbuka Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari dalam rangka pengukuhan Prof. Dr. H. Mohammad Zainul,S.E.,M.M., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pemasaran Strategis.
Kegiatan berlangsung khidmat di Auditorium MAB lantai 4, Kamis (2/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abrani menyampaikan ucapan selamat atas capaian akademik tertinggi yang diraih Prof. Zainul.
“Kami Sivitas Akademika UNUKASE mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Pemasaran Strategis,” ujarnya.
Ia juga berharap pengukuhan ini menjadi motivasi bersama dalam memajukan pendidikan di Kalimantan Selatan serta mempererat kolaborasi antara UNUKASE dan UNISKA MAB.
“Semoga ini menjadi semangat baru untuk bersama-sama memajukan Banua Kalimantan Selatan, khususnya dalam bidang pendidikan,” tambahnya.
Pengukuhan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1659/M/KPT.KP/2026 tentang kenaikan Jabatan Akademik Dosen.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Resiliensi Perguruan Tinggi Swasta di Era Disrupsi: Integrasi Transformasi Digital dan Pemasaran Strategis Berbasis Kualitas Pelayanan”, Prof. Zainul menegaskan pentingnya adaptasi Perguruan Tinggi terhadap perubahan zaman yang cepat.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan atribut Guru Besar oleh Ketua Senat UNISKA MAB, Abdul Malik, sebagai simbol resmi pencapaian Akademik tertinggi.
Usai dikukuhkan, Prof. Zainul mengungkapkan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa gelar Profesor merupakan amanah besar untuk mendorong lahirnya lebih banyak Guru Besar di lingkungan UNISKA.
“Alhamdulillah, hari ini bertambah satu lagi Guru Besar UNISKA. Ke depan, Kami menargetkan setiap tahun ada penambahan Guru Besar,” ujarnya optimistis.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 21 Dosen bergelar Doktor (S3) dengan Jabatan Lektor Kepala yang berpotensi menjadi Profesor. Untuk mendukung hal tersebut, UNISKA secara konsisten mengalokasikan anggaran Tridharma melalui APBU.
Dukungan tersebut meliputi bantuan publikasi Jurnal Internasional Bereputasi sekitar Rp15 juta perartikel, pendanaan penelitian dan pengabdian sebesar Rp4–8 juta, hingga Rp100 juta untuk proses pengukuhan Guru Besar.
Namun demikian, Dia mengakui tantangan terbesar dalam mencapai Jabatan Profesor adalah kewajiban publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi.
“Biasanya kendala terbesar ada pada publikasi Jurnal Internasional,” jelasnya.
Prof. Zainul juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran perguruan tinggi di tengah persaingan Kampus Swasta yang semakin ketat. Menurutnya, promosi digital harus diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan Mahasiswa, termasuk fasilitas Non-Akademik.
“Perguruan Tinggi harus mampu memahami kebutuhan Calon Mahasiswa agar tetap diminati,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan UNISKA MAB, Budiman Mustafa Ideham, menyebut pengukuhan ini merupakan yang ke 17 di UNISKA.
Ia menambahkan, persyaratan menjadi Guru Besar kini semakin ketat, dengan Kenaikan Angka Kredit (KUM) dari 750 menjadi 850 serta kewajiban memiliki minimal dua publikasi Jurnal Internasional Bereputasi.
“Menjadi Guru Besar bukan hal mudah, tetapi Kami terus mendorong dan mendukung Para Dosen untuk memenuhi persyaratan tersebut,” pungkasnya.*****