FKIP UNUKASE Gelar Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE - Warta Global Kalsel

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Berita Update Terbaru

logoblog

FKIP UNUKASE Gelar Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE

Monday, 19 January 2026


Banjarmasin, Warta Global Kalsel – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) menggelar kegiatan Workshop Penyusunan Kurikulum Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Out come Based Education (OBE). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna UNUKASE dan diikuti oleh para dosen FKIP di lingkungan UNUKASE.


Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yakni Dr. Dra. Herita Warni, M.Pd. dan Dr. Mashud, M.Pd. Keduanya memberikan pemaparan terkait pentingnya penyusunan RPS yang mengacu pada prinsip OBE guna menjamin ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta keterpaduan antara visi institusi dengan kebutuhan dunia kerja

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa RPS berbasis OBE tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi sebagai panduan strategis dalam proses pembelajaran. Mereka juga memberikan panduan teknis serta contoh konkret dalam merancang RPS yang efektif, aplikatif, dan sesuai dengan kriteria akreditasi.

Dr. Mashud, M.Pd. menegaskan bahwa OBE merupakan sebuah paradigma pembelajaran yang menitikberatkan pada hasil akhir pembelajaran mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran sebaiknya difokuskan pada proyek, studi kasus, dan diskusi aktif mahasiswa, bukan semata metode ceramah. Ia juga menekankan pentingnya memasukkan rubrik penilaian dan students’ workload sebagai bagian integral dalam RPS.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa RPS berbasis OBE harus memuat elemen-elemen wajib, seperti identitas mata kuliah, CPL, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), indikator, metode pembelajaran, serta asesmen. Efektivitas penerapan OBE umumnya baru dapat terlihat dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun setelah mahasiswa lulus, sehingga diperlukan konsistensi dalam implementasi serta pemantauan berkelanjutan.

Pada sesi diskusi, Dr. Herita Warni, M.Pd. menekankan bahwa CPMK sebaiknya tidak terlalu banyak, namun harus muncul secara nyata dalam proses pembelajaran dan mampu mendorong keterhubungan materi antar pertemuan. Menurutnya, CPMK merupakan tanggung jawab program studi, sehingga perlu dilakukan pemetaan yang jelas antara dosen pengampu, mata kuliah, dan capaian pembelajarannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen, khususnya pada Program Studi Kebijakan Pendidikan, memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam menyusun RPS berbasis OBE yang relevan, aplikatif, serta selaras dengan standar mutu dan kebutuhan akreditasi UNUKASE. Workshop ini menjadi langkah awal dalam penguatan budaya akademik yang berfokus pada capaian dan dampak nyata pembelajaran.

Workshop diikuti dengan antusias oleh para dosen FKIP UNUKASE. Peserta aktif berdiskusi dan menyusun RPS sesuai standar kurikulum OBE, yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan UNUKASE.*****

(Humas UNUKASE/mpd)

.


KALI DIBACA