
Banjarmasin, Warta Global Kalsel — Pembenahan sebuah hotel tidak hanya berkaitan dengan mempercantik ruangan atau memperbarui fasilitas yang terlihat oleh tamu. Di balik kenyamanan yang dirasakan pengunjung, ada berbagai perangkat teknis yang harus dipastikan tetap berfungsi dengan baik, mulai dari pendingin udara (AC), genset, hingga lift.
Hal itulah yang kini menjadi perhatian manajemen Hotel Banjarmasin Internasional. General Manager Hotel Banjarmasin Internasional, Eri Sudarisman, mengatakan, setelah melakukan pembenahan di sejumlah area, pihaknya kini mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap pemeliharaan dan perbaikan berbagai peralatan penunjang operasional hotel.
Menurut Eri, proses renovasi dan pembenahan yang dilakukan sebelumnya memang belum sepenuhnya rampung. Namun, kebutuhan untuk memastikan seluruh fasilitas teknis tetap berfungsi optimal menjadi pekerjaan penting yang tidak bisa diabaikan.
"Sekarang kita bergerak ke sarana, seperti peralatan-peralatan. Ada servis AC, genset, lift, dan sebagainya. Itu perlu diprogramkan lagi," ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Ia mengakui, pemeliharaan sejumlah fasilitas teknis sempat kurang mendapat perhatian. Karena itu, manajemen kini berupaya mengejar ketertinggalan tersebut melalui perbaikan dan perawatan yang lebih intensif.
Salah satu perhatian utama adalah sistem pendingin udara. Sejumlah perangkat AC masih menunjukkan kendala teknis sehingga membutuhkan pemeriksaan dan perbaikan. Begitu pula dengan lift yang memerlukan penggantian beberapa komponen, termasuk sling atau kabel baja penarik dan penyangganya.
Eri menjelaskan, pekerjaan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, terutama karena biaya perbaikan peralatan hotel tidak selalu kecil. Bahkan, dalam kondisi tertentu, biaya memperbaiki atau mengganti perangkat teknis bisa menyamai, bahkan melampaui, biaya renovasi ruangan.
"AC sekarang itu, kalau rusak, bisa mencapai ratusan juta. Nah, itu yang menjadi program kita. Peralatan-peralatan ini harus diperbaiki dan dirawat. Kalau ada yang rusak, kita lakukan perbaikan," jelasnya.
Menurut dia, sejumlah peralatan yang sudah lama digunakan memang membutuhkan perhatian lebih agar tetap dapat menunjang pelayanan kepada tamu. Perawatan berkala menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar untuk mengatasi kerusakan, tetapi juga menjaga agar operasional hotel berjalan lancar.
Di tengah kebutuhan pembenahan fasilitas dan tantangan ekonomi, Eri menyebut bisnis Hotel Banjarmasin Internasional masih berjalan cukup baik, terutama untuk kegiatan pertemuan, konvensi, dan berbagai acara.
Kegiatan yang diselenggarakan instansi pemerintah maupun lembaga lainnya masih menjadi bagian penting dari aktivitas hotel. Sejumlah acara dari instansi kepolisian dan berbagai lembaga turut membantu menjaga kegiatan bisnis tetap berjalan.
"Kalau bisnis, alhamdulillah. Terutama convention atau acara-acaranya, cukup bagus. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar," tuturnya.
Hotel Banjarmasin Internasional memiliki sejumlah ruang dengan kapasitas yang berbeda-beda, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan penyelenggara acara.
Ruang konvensi dapat menampung sekitar 300 orang, sedangkan ballroom memiliki kapasitas hingga sekitar 2.000 orang dengan pengaturan tempat duduk bergaya teater. Selain itu, tersedia pula ruang-ruang pertemuan berkapasitas sekitar 50, 100, hingga 200 orang.
Keberagaman kapasitas tersebut memberikan pilihan bagi penyelenggara kegiatan, baik untuk rapat dalam kelompok kecil maupun acara berskala besar.
Meski demikian, Eri tidak menampik bahwa kondisi bisnis saat ini belum sepenuhnya kembali seperti masa-masa sebelumnya. Ia menilai, jika dibandingkan dengan periode ketika aktivitas ekonomi dan penyelenggaraan acara lebih ramai, situasi sekarang masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
Namun, di tengah kondisi yang ada, ia tetap melihat peluang untuk mempertahankan kegiatan usaha.
"Kalau dikatakan bagus, tentu berbeda jauh dengan dulu. Tetapi, dengan kondisi dan situasi yang ada sekarang, cukup lumayan," katanya.
Eri juga menyinggung pengaruh kondisi ekonomi terhadap penyelenggaraan berbagai acara. Pembatasan anggaran di sejumlah instansi turut menjadi tantangan bagi industri perhotelan, khususnya untuk kegiatan yang selama ini mengandalkan pertemuan dan acara resmi.
Selain itu, situasi di tingkat nasional maupun internasional juga dinilai berpengaruh terhadap bisnis perhotelan. Menurut Eri, dampaknya antara lain terlihat dari adanya sejumlah acara yang dibatalkan.
Meski demikian, kegiatan berskala daerah dan antardaerah dinilai masih dapat berjalan dan diupayakan agar tetap berlangsung dengan baik.
Bagi manajemen hotel, situasi tersebut menuntut pengelolaan usaha yang lebih cermat. Kebutuhan memperbaiki fasilitas harus berjalan beriringan dengan kemampuan keuangan perusahaan serta upaya menjaga pelayanan kepada pelanggan.
Eri menyadari, pembenahan fasilitas bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan sekaligus. Diperlukan perencanaan, pemeliharaan berkelanjutan, serta pengelolaan anggaran yang tepat agar seluruh sarana hotel dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Di tengah tantangan tersebut, Hotel Banjarmasin Internasional terus berupaya menjaga operasional dan pelayanan, sekaligus menata kembali fasilitas penunjang yang menjadi bagian penting dari kenyamanan para tamu.
KALI DIBACA

