
Banjarmasin, Selasa (25/8/2026), Warta Global Kalsel - Siapa bilang bubur hanya makanan sederhana yang biasa-biasa saja?
Di tangan pelaku UMKM di kawasan Jalan Kampung Melayu, Banjarmasin, bubur justru bisa tampil berbeda. Makanan yang selama ini sering dianggap sebagai menu sederhana berhasil dinaikkan kelasnya melalui inovasi dan sajian pendamping yang lebih lengkap.

Saya melihat sendiri bagaimana semangkuk bubur disajikan dengan berbagai pelengkap yang menggugah selera. Ada telur, ayam suwir, abon, bawang goreng, daun bawang, kerupuk dan perasan jeruk yang membuat tampilannya semakin menarik.
Bahkan, pilihan menunya juga dibuat berjenjang. Konsumen bisa memilih bubur ayam karih mulai dari yang polos, biasa, spesial hingga komplit dengan berbagai tambahan. Harganya pun disesuaikan dengan pilihan pelanggan.
Inilah yang menurut saya menarik. Bubur tidak lagi sekadar bubur. Ia sudah menjadi produk kuliner yang dikemas dengan konsep, pilihan dan pengalaman menikmati makanan.
Di sinilah saya melihat sebuah pelajaran penting bagi pelaku UMKM. Naik kelas tidak selalu berarti harus membuka usaha besar atau memiliki tempat yang mewah.
Terkadang, cukup dengan melihat produk lama dari sudut pandang yang baru.
Bahan yang sederhana bisa menjadi lebih menarik ketika diolah dengan kreativitas.
Penyajian diperhatikan, pilihan menu diperbanyak, pelayanan dijaga dan konsumen diberi kesempatan memilih sesuai selera dan kemampuan kantongnya.
Persaingan usaha kuliner sekarang semakin ramai. Produk yang enak saja belum tentu cukup. Konsumen juga memperhatikan tampilan, variasi, harga, kenyamanan dan tentu saja pengalaman ketika menikmati makanan.
Karena itu, pelaku UMKM jangan pernah lelah berinovasi.
Jangan sampai kita merasa produk sudah bagus, kemudian berhenti melakukan perubahan. Sebab dunia usaha terus bergerak. Ketika kita diam, pelaku usaha lain mungkin sedang berlari.
Bubur pun bisa naik kelas. Dari makanan sederhana menjadi bubur khusus, bubur istimewa, bahkan bubur eksklusif.
Pesannya sederhana: jangan pernah meremehkan produk sendiri. Bisa jadi, yang kita anggap biasa justru memiliki peluang luar biasa ketika diberi sentuhan inovasi.
Jangan berhenti berkreasi. Jangan lelah memperbaiki kualitas. Dan yang paling penting, jangan sampai UMKM kita tergusur hanya karena terlambat membaca selera konsumen.
UMKM naik kelas dimulai dari keberanian untuk membuat sesuatu yang sederhana menjadi lebih bernilai.*****[email protected]
KALI DIBACA

